A. Pengertian Audit
Pengertian auditing adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis, oleh pihak yang independen, terhadap laporan keuangan yang telah disusun oleh pihak manajemen beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan tujuan untuk dapat memberikan pedapat mengenai laporan kewajaran laporan keuangan tersebut menurut Sukrisno Agoes (1996:1).
Auditing adalah proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti tentang informasi yang dapat di ukur mengenai suatu entitas ekonomi yang dilakukan seorang yang kompeten dan independen untuk dapat menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi termasuk dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan menurut Arens Loebbecke (1996).
Secara umum pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa audit adalah proses secara sistematis yang dilakukan oleh orang berkompeten dan independen dengan mengumpulkan dan mengevaluasi bahan bukti dan bertujuan memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut.
Ada beberapa hal yang dianggap penting dalam pengertian auditing yang harus dibahas lebih lanjut, diantaranya :
-) Menghimpun dan mengevaluasi secara objektif.
Sebagai seorang Audi anda harus menekankan objektifitas. Ketika mengumpulkan bukti dan juga mengevaluasi, harus menjadi pihak yang objektif dan juga netral, anda tidak boleh memihak pada siapapun dan dimanapun. Auditor tidak dapat ditekan atau tidak boleh ditekan oleh pihak manapun terkait audit. Dimana pekerjaan auditor dinilai ke-objektifitan nya terhadap hasil pekerjaan orang lain.
-) Sistematis.
Proses auditing berjalan maka haruslah terarah dan terstruktur, mereka tidak bisa melakukannya secara acak. Selain itu, prosedur dalam auditing memiliki tujuan yang jelas dan dilakukan dengan sistematis. Dengan proses yang teratur mengandung makna bahwa auditing dilakukan dengan perencanaan yang matang dan juga baik, selain itu jelas arahan yang dilakukan dan tujuannya.
-) Menentukan Standar.
Menentukan standar atau tingkat kesesuaian sangatlah penting, dimana mereka bisa menentukan standar sebelum membandingkan dengan asersi atau informasi yang terkandung daam sebuah laporan manajemen atau laporan keuangan. Tentunya standar ini sudah mendapat kesepakatan sebelumnya, sehingga semua auditor mendapatkan standar yang sama untuk perbandingan ketika bekerja. Selain itu audit juga membandingkan antara output atau outcomes dari sebuah perusahaan dengan input atau antara biaya dan manfaat bisa juga antara anggrana dan juga relisasi.
B. Konsep - Konsep Audit
Konsep audit menggambarkan mengenai pedoman yang menyeluruh dalam melaksanakan proses audit. Sedangkan proses audit merupakan Proses yang sistematis, berkaitan dengan verifikasi dan atestasi yang bertujuan untuk membuktikan validitas dan kesesuaian antara informasi yang di audit dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta menguji temuan-temuan tersebut dengan menerbitkan laporan yang sesuai dengan jenis dan tujuan audit. Lebih lanjut proses audit mengandung beberapa konsep sebagai berikut:
• Proses yang Sistematis, adalah proses terstruktur sebagai suatu aktivitas yang dinamis yang dilakukan secara logis
• Memperoleh dan menilai bukti, bukti bagi auditor merupakan informasi yang digunakan untuk menentukan aktivitas bisnis yang diaudit sesuai dengan kondisi yang sebenarnya
• Menentukan tingkat kesesuaian informasi dengan ketentuan yang berlaku, membandingkan antara kondisi sebenarnya dengan seharusnya atau menentukan tingkat kesesuaian kondisi dimaksud
• Melaporkan hasil audit, melaporkan hasil audit kepada pihak-pihak yang terkait.
C. Tahapan - tahapan Audit
1. Perencanaan Audit (Planning The Audit)
Perencanaan merupakan fase pertama dari kegiatan audit, bagi auditor eksternal hal ini artinya adalah melakukan investigasi terhadap klien untuk mengetahui apakah pekerjaan mengaudit dapat diterima, menempatkan staff audit, menghasilkan perjanjian audit, menghasilkan informasi latar belakang klien, mengerti tentang masalah hukum klien dan melakukan analisa tentang prosedur yang ada untuk mengerti tentang bisnis klien dan mengidentifikasikan resiko audit.
2. Pengujian Pengendalian (Test Of Controls)
Auditor melakukan kontrol test ketika mereka menilai bahwa kontrol resiko berada pada level kurang dari maksimum, mereka mengandalkan kontrol sebagai dasar untuk mengurangi biaya testing. Sampai pada fase ini auditor tidak mengetahui apakah identifikasi kontrol telah berjalan dengan efektif, oleh karena itu diperlukan evaluasi yang spesifik.
3. Pengujian Transaksi (Test Of Transaction)
Auditor menggunakan test terhadap transaksi untuk mengevaluasi apakah kesalahan atau proses yang tidak biasa terjadi pada transaksi yang mengakibatkan kesalahan pencatatan material pada laporan keuangan. Tes transaksi ini termasuk menelusuri jurnal dari sumber dokumen, memeriksa file dan mengecek keakuratan.
4. Pengujian Keseimbangan atau Keseluruhan Hasil (Tests Of Balances or Overal Result)
Untuk mengetahui pendekatan yang digunakan pada fase ini, yang harus diperhatikan adalah pengamatan harta dan kesatuan data. Beberapa jenis subtantif tes yang digunakan adalah konfirmasi piutang, perhitungan fisik persediaan dan perhitungan ulang aktiva tetap.
5. Penyelesaian / Pengakhiran Audit (Completion Of The Audit)
Pada fase akhir audit, eksternal audit akan menjalankan beberapa test tambahan terhadap bukti yang ada agar dapat dijadikan laporan.
Lingkup Audit Sistem Informasi pada umumnya difokuskan kepada seluruh sumber daya sistem informasi yang ada, yaitu Aplikasi, Informasi, Infrastruktur dan Personil.
D. Tujuan Audit Sistem Informasi
Tujuan Audit Sistem Informasi dapat dikelompokkan ke dalam dua aspek utama dari ketatakelolaan IT, yaitu :
a. Conformance (Kesesuaian) – Pada kelompok tujuan ini audit sistem informasi difokuskan untuk memperoleh kesimpulan atas aspek kesesuaian, yaitu : Confidentiality(Kerahasiaan), Integrity (Integritas), Availability (Ketersediaan) dan Compliance(Kepatuhan).
b. Performance (Kinerja) – Pada kelompok tujuan ini audit sistem informasi difokuskan untuk memperoleh kesimpulan atas aspek kinerja, yaitu : Effectiveness (Efektifitas), Efficiency (Efisiensi), Reliability (Kehandalan).
Tujuan audit sistem informasi menurut Ron Weber tujuan audit yaitu :
1. Mengamankan asset
2. Menjaga integritas data
3. Menjaga efektivitas sistem
4. Mencapai efisiensi sumberdaya.
E. Teknik Audit
Ada beberapa teknik audit untuk mengetes automated control. Auditor dapat menggunakan tiga kategori berikut dalam menguji pengendalian biasa juga disebut sebagai teknik audit berbantuan computer / TABK (Computer Assisted Audit Techniques/CAAT) yang terdiri atas:
*) Auditing Around the Computer
Dengan teknik ini auditor menguji reliability dari computer generated informationdengan terlebih dahulu menghitung hasil yang diinginkan dari transaksi yang dimasukkan dalam sistem, dan kemudian membandingkan hasil perhitungan dengan hasil proses atau output. Jika terbukti akurat dan valid, maka diasumsikan bahwa sistem pengendalian berfungsi seperti yang seharusnya. Kondisi ini cocok jika sistem aplikasi otomasi sederhana dan ringkas. Pendekatan ini masih relevan dipakai di perusahaan yang menggunakan software akuntansi yang bervariasi dan melakukan proses secara periodic.
*) Auditing With the Computer
Adalah auditing dengan pendekatan komputer, menggunakan teknik yang bervariasi yang biasa juga disebut Computer Assisted Audit Technique (CAAT). Penggunaan CAAT telah meningkatkan secara dramatis kapabilitas dan efektifitas auditor, dalam melakukan susbstantif test. Salah satu CAAT yang lazim dipakai adalahgeneral audit software (GAS). GAS sering dipakai untuk melakukan substantive test dan digunakan test of control yang terbatas. Sebagai contoh GAS sering dipakai untuk mengetes fungsi algoritma yang komplek dalam program komputer. Tetapi ini memerlukan pengalaman yang luas dalam penggunaan software ini.
*) Audit Through the Computer
Teknik ini fokus pada testing tahapan pemrosesan computerised, logic program, edit routines dan program controls. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa jika program pemrosesan dikembangkan dengan baik, dan memenuhi edit routines danprogramme check yang memadai, maka error dan kecurangan tidak akan mudah terjadi tanpa terdeteksi.
Selasa, 31 Oktober 2017
Senin, 20 Maret 2017
Membuat Animasi 2D
Pertama-tama kita buka Adobe Premiere CS6
Lalu pada tahap ini kita beri nama aplikasi yg akan kita buat
Langsung klik OK pada tahap sequence 1
Disini tampilan awal setelah membuka Adobe Premiere CS6
Pilih foto yang akan dijadikan animasi
Lalu drag atau tahan foto pada bagan project serta masukkan ke adobe premiere seperti gambar diatas
Disini langkah saat akan membuat title
Beri nama pada title yang akan dibuat
Tampilan saat title dibuka
Proses penempatan foto saat akan dijadikan animasi
Proses edit foto
Jika ingin mengatur tempat atau membesar kecilkan gambar, klik motion seperti pada gambar yang tertera.
Proses saat selesai edit title
Kemudian drag lagi gambar yang ingin dimasukkan pada proses penempatan background
Menambahkan title selanjutnya
Tampilan title selanjutnya
Penempatan title pada bagan project
Tampilan pada bagan project
Membuat title selanjutnya
Membuat lagi title selanjutnya
Proses membuat teks bergerak
Proses membuat teks bergerak dari bawah ke atas
Sama seperti cara sebelumnya
Masukkan background selanjutnya
Tampilan background
Buat title seperti tampilan diatas
Drag logo gunadarma dan background yang diinginkan
Jika ingin mengatur ukuran gambar, klik motion pada seperti gambar diatas. Proses terakhir penempatan background dan logo Universitas Gunadarma.
Hasil akhir proses pembuatan seperti video dibawah ini.
Minggu, 08 Januari 2017
EVOLUSI DAN PERKEMBANGAN KINERJA KOMPUTER
Kelas 3KA08 Kelompok 2
ARI BARUNA NEPA 11114532
FANDY ACHMAD 13114911
GILANG GALISCA 14114547
HELMI GUNAWAN 14114876
KRISTIANTO 15114923
MANASYE ENRICO 16114343
MUHAMMAD FADILLA ADITHAMA 17114186
RASYIDA NUR AZIZAH 18114939
RIYAN PRADANA 19114562
SLAMET RIYADI 1A114401
SEJARAH PERKEMBANGAN KOMPUTER
Berdasarkan perkembangan teknologi komputer,
maka perkembangannya dapat kita bagi menjadi 2 bagian yaitu :
1.Sebelum tahun 1940
2.Setelah tahun 1940
1. Sebelum tahun 1940
• Awal
mula komputer yang sebenarnya dibentuk oleh seorang professor matematika
Inggris, Charles Babbage (1791-1871). Tahun 1822, Babage berhasil menciptakan
Mesin Differensial.
• Setelah
bekerja dengan Mesin Differensial selama sepuluh tahun, Babbage tiba-tiba
terinspirasi untuk memulai membuat komputer general-purpose yang pertama, yang
disebut Analytical Engine.
• Pada
masa berikutnya Vannevar Bush (1890-1974) membuat sebuah kalkulator untuk
menyelesaikan persamaan differensial di tahun 1931.
• Pada
tahun 1903, John V. Atanasoff dan Clifford Berry mencoba membuat komputer
elektrik yang menerapkan aljabar Boolean pada sirkuit elektrik.
• Howard Aiken memperkenalkan
penggunaan mesin elektromakenikal yang disebut dengan nama Mark I pada tahun
1937.
Pengolah data sejak zaman purba sampai saat
ini dapat kita golongkan ke dalam 4 golongan, yaitu :
-) Peralatan Manual
-) Peralatan Mekanik
-) Peralatan Mekanik Elektronik
-) Peralatan Elektronik
2. Setelah tahun 1940
Perkembangan komputer setelah tahun 1940 dapat dibedakan menjadi
5 generasi, yaitu :
1.
Komputer
generasi pertama
Komputer generasi pertama ini menggunakan tabung vakum untuk
memproses dan menyimpan data. Ia menjadi cepat panas dan mudah terbakar, oleh
karena itu beribu-ribu tabung vakum diperlukan untuk menjalankan operasi
keseluruhan komputer, ukuran komputer generasi pertama ini sangat besar.
Komputer generasi pertama ini 100% elektronik dan membantu para ahli dalam
menyelesaikan masalah perhitungan dengan cepat dan tepat. Beberapa
computer generasi pertama :
1.ENIAC Computer.
2.EDVAC Computer.
3.EDSAC Computer.
2.
Komputer
Generasi Kedua
Pada tahun 1947, Transistor ditemukan di Lab. Bell oleh William
Shockley. Penemuan transistor sangat mempengaruhi perkembangan
komputer.Transistor menggantikan tabung vakum di televisi, radio, dan
komputer.Akibatnya, ukuran mesin-mesin elektrik berkurang drastis.Transistor
mulai digunakan di dalam komputer mulai pada tahun 1956. Dimana transistor
memiliki spesifikasi sebagai berikut:
§Lebih kecil
§Lebih ringan
§Disipasi daya lebih rendah
§Solid State device
§Terbuat dari silikon Silicon (Sand)
Beberapa computer generasi kedua :
1. IBM
7094
2. DEC
PDP 1
3.
Komputer
Generasi Ketiga
Walaupun transistor dalam banyak hal
mengungguli tube vakum, namun transistor menghasilkan panas yang cukup besar,
yang dapat berpotensi merusak bagian-bagian internal komputer. Batu kuarsa (
quartz rock) menghilangkan masalah ini. IC mengkombinasikan tiga komponen
elektronik dalam sebuah piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa.
Pada ilmuwan kemudian berhasil memasukkan lebih banyak komponen-komponen ke
dalam suatu chip tunggal yang disebut semikonduktor. Hasilnya, komputer menjadi
semakin kecil karena komponen-komponen dapat dipadatkan dalam chip.
4.
Komputer
Generasi Keempat
Setelah IC, tujuan pengembangan menjadi lebih
jelas: mengecilkan ukuran sirkuit dan komponenkomponen elektrik. LSI dapat
memuat ratusan komponen dalam sebuah chip. Pada tahun 1980-an, VLSI memuat
ribuan komponen dalam sebuah chip tunggal. ULSI meningkatkan jumlah tersebut
menjadi jutaan. Kemampuan untuk memasang sedemikian banyak komponen dalam suatu
keping yang berukurang setengah keping uang logam mendorong turunnya harga dan
ukuran komputer. Hal tersebut meningkatkan daya kerja, efisiensi dan
keterandalan komputer. Chip Intel 4004 yang dibuat pada tahun 1971 membawa
kemajuan pada IC dengan meletakkan seluruh komponen dari sebuah komputer dalam
sebuah chip yang sangat kecil.
5.
Komputer
generasi kelima ( masa depan )
Banyak kemajuan di bidang desain komputer dan
teknologi semakin memungkinkan pembuatan komputer generasi kelima antara lain
kemampuan pemrosesan paralel, yang akan menggantikan model non Neumann. Model
non Neumann akan digantikan dengan sistem yang mampu mengkoordinasikan banyak
CPU untuk bekerja secara serempak.
Kemajuan lain adalah teknologi superkonduktor
yang memungkinkan aliran elektrik tanpa ada hambatan apapun, yang nantinya
dapat mempercepat kecepatan informasi.
PERANCANGAN KINERJA KOMPUTER
Kinerja sebuah sistem komputer merupakan hasil proses dari seluruhkomponen
komputer, yang melibatkan CPU, memori utama,
memori sekunder, bus, peripheral. Dari segi
perkembangan program
aplikasipun sangat menakjubkan.
Aplikasi dekstop
yang hampir dimiliki semua sistem komputer saat ini meliputi :
§Pengolahan citra
§Pengenalan voice atau pembicaraan
§Video conference
§Mulitimedia
§Transfer data
Teknik yang Telah Dikembangkan
dalamPeningkatan Kinerja Mikroprossessor
§Branch Prediction
§Data Flow Analysis
§Speculative Execution
Metode untuk mengatasi masalah perbedaan kecepatan operasi
antara mikroprosesor dengan komponen lainnya:
§ Meningkatkan jumlah bit yang
dicari pada suatu saat tertentu dengan melebarkan DRAM dan melebarkan lintasa
sistem busnya.
§ Mengubah antarmuka DRAM sehingga
lebih efisien dengan menggunakan teknik cache atau pola buffer
lainnya pada keping DRAM.
§ Meningkatkan bandwidth
interkoneksi prosesor dan memori dengan penggunakan hierarki bus – bus yang
lebih cepat untuk buffering dan membuat struktur aliran data.
Contoh Evolusi Komputer
1. Pentium
Pentium merupakan produk Intel yang mampu
mendominasi pasaran prosesor hingga saat ini. Generasi demi generasi
diluncurkan ke pasaran dengan kenaikan unjuk kerja yang menakjubkan dalam
memenuhi kebutuhan konsumennya.
2. PowerPC
Proyek sistem RISC diawali tahun 1975 oleh IBM pada komputer
muni seri 801. Seri pertama ini hanyalah prototipe, seri komersialnya adalah PC
RT yang dikenalkan tahun 1986. Tahun 1990 IBM mengeluarkan generasi berikutnya
yaitu IBM RISC System/6000 yang merupakan mesin RISC superskalar workstation.
Langganan:
Postingan (Atom)




























