Minggu, 07 Januari 2018

Apakah maksud dari konsep Proses Pencapain Tujuan?

Proses Pencapaian Tujuan merupakan suatu kegiatan yang memiliki tujuan dengan menggunakan perencanaan, pengarahan, pengorganisasian dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisasi, dan sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Orang yang bertanggung jawab terhadap terlaksananya suatu tujuan atau berjalannya suatu kegiatan manajemen disebut Manajer.
Dengan konsep 'Proses Pencapaian Tujuan' tersebut disadari bahwa intelektualitas tidak lagi terletak pada pucuk pimpinan, tetapi terletak pada lapisan bawah. Mereka yang deket dengan konsumenlah yang paling mengerti dengan kebutuhan pasar. Untuk menjaga kekompakan agar terjadi irama yang serasi dibutuhkan seorang manajer yang berfungsi sebagai konduktor. Manajer tersebut tidak lagi harus memiliki pengetahuan teknis seperti yang dimiliki pemain orkesnya, tetapi yang diperlukan hanya seorang yang mampu mengatur tempo dan menguasai tingkatan nada.
Tujuan Pengendalian Internal Tujuan dari pengendalian internal adalah :
§  Memeriksa ketelitian dan kebenaran data yang akan menghasilkan laporan-laporan yang dapat diandalkan.
§  Efektivitas dan efisiensi dalam operasi, yaitu efektif dalam mencapai tujuan organisasi secara keseluruhan dan efisien dalam pemakaian sumberdaya yang tersedia
§  Membantu agar tidak terjadi penyimpangan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku
§  Mengamankan harta milik organisasi atau perusahaan termasuk data yang tersedia

(pretest kendali dan audit sistem informasi) Muhammad Fadilla Adithama 17114186 4KA08

Sebutkan dan jelaskan langkah-langkah utama pelaksanaan program keamanan pada aset sistem informasi?

Berikut adalah langkah-langkah utama pelaksanaan program keamanan :
Perlindungan terhadap asset – asset informasi dilakukan untuk memastikan bahwa Confidentiality, Integrity dan Availability  dari asset informasi selalu terjaga. Bagian ini menjelaskan bagaimana mengevaluasi perencanaan, implementasi dan pemantauan alat kendali untuk mengakses asset informasi baik secara lojik maupun fisik. Bagian ini juga menjelaskan bagaimana mengevaluasi control environment (alat kendali lingkungan yang terkait), pengamanan infrastruktur jaringan, proses dan prosedur yang digunakan dalam penyimpanan, pengambilan kembali (retrieval), pemindahan, maupun pemusnahan asset informasi yang bersifat rahasia.
Dengan demikian pada bagian ini pembahasan menyangkut sangat banyak elemen dan unsur yang terkait dengan perlindungan asset. Di antara elemen – elemen tersebut yang harus dipahami antara lain :

1)    Metoda dan teknik untuk perencanaan, implementasi dan pemantauan kemanan (security). Termasuk di dalamnya adalah pengetahuan mengenai assessment terhadap ancaman dan risiko, analias sensifitas, assessment terhadap dampak privasi

2)    Alat kendali akses secara lojik untuk melakukan identifikasi, autentifikasi dan pembatasan pengguna atas fungsi – fungsi dan data. Pengetahuan mengenai ini di antaranya adalah dynamic password, change/response, struktur menu yang diijinkan, profile pengguna, dll.

3)    Pengetahuan akan arsitektur keamanan akses lojik seperti single sign on, strategi identifikasi pengguna, pengelolaan identitas pengguna

4)    Pengetahuan akan berbagai metoda dan teknik serangan terhadap asset informasi. Beberapa di antaranya antara lain hacking, spoofing, trojan horse, DoS, Spamming, Social Engineering, War Driving, War Chalking, Masquariding, Piggybacking, phishing, dll.

5)    Pemahaman akan proses yang terkait dengan pemantauan dan respon terhadap security incident. Termasuk pembahasan dalam bagian ini adalah prosedur eskalasi jika ada kejadian yang membahayakan, pengelolaan response atas kejadian seperti pembentukan emergency response team, prosedur serta tanggung jawab masing – masing anggota dalam team

6)    Aditor juga dituntut untuk mengetahui dan memahami keamanan peralatan jaringan dan internet, protocol komunikasi data, teknik – teknik pengamanan seperti SSK, SET, VPN maupun NAT.

7)    Pengetahuan dan pemahaman akan pencegahan kejadian membahayakan, pendeteksian kejadian yang membahayakan, dan perbaikan  setelah ada kejadian yang membahayakan. Auditor dalam hal ini perlu memahami fungsi dan peran peralatan – peralatan seperti firewall, intrusion detection system, intrusion prevention system. Tidak hanya pemahaman terhadap fungsi, pemahaman terhadap konfigurasi, operasi dan pemeliharaan juga diperlukan.

8)    Pemahaman akan metoda dan teknik – teknik untuk menjaga kerahasiaan (confidentiality), keaslian (integrity), keabsahan (non repudiation) informasi maupun data baik pada saat disimpan, dipindahkan maupun dimusnahkan. Maka metoda dan teknik mengenai enkripsi, dekripsi, PKI (sertifikasi, registrasi ) maupun digital signature harus pula dipahami.

Sumber :
§  https://felixdeny.wordpress.com/2013/11/06/aset-sistem-informasi-harus-dilindungi-melalui-sistem-keamanan-yang-baik-apa-saja-langkah-langkah-utama-pelaksanaan-program-keamanan-tersebut/

(posttest manajemen kontrol keamanan) Muhammad Fadilla Adithama 17114186 4KA08

Untuk mengamankan suatu Sistem Informasi menurut anda apa saja yang perlu dilindungi?

Aset Sistem Informasi yang harus di lindungi melalui sistem keamanan dapat diklasifikasikan menjadi 2 yaitu :
1.      Aset Fisik, meliputi :
·        Personnel
·        Hardware (termasuk media penyimpanan, dan periperalnya)
·        Fasilitas
·        Dokumentasi dan
·        Supplies
2.     Aset Logika
·        Data / Informasi dan
·        Sofware (Sistem dan Aplikasi)
Pelaksanaan Program Keamanan (Conducting a Security Program)

Terdapat beberapa langkah utama pelaksanaan Program keamanan yaitu :
a)     Prepare of Project plan (Persiapan Rencana Pekerjaan )
Perencanaan proyek untuk tinjaun kemanan mengikuti item sbb :
·        Tujuan Review
·        Ruang Lingkup (Scope) Review
·        Tugas yang harus dipenuhi
·        Organisasi dari Tim Proyek
·        Sumber Anggaran (Pendanaan) dan
·        Jadwal untuk Menyelesaikan Tugas

b)     Identification of asset ( Identifikasi Kekayaan )
Katagori asset :
·        Personnel (end users, analyst, programmers, operators, clerks, Guards)
·        Hardware (Mainfarme, minicomputer, microcomputer, disk, printer, communication lines, concentrator, terminal)
·        Fasilitas (Furniture, office space, computer rrom, tape storage rack)
·        Dokumentasi (System and program doc.,database doc.,standards plans, insurance policies, contracts)
·        Persediaan (Negotiable instrument, preprinted forms, paper, tapes, cassettes)
·        Data/Informasi (Master files, transaction files, archival files)
·        Software Aplikasi (Debtors, creditors, payroll, bill-of-materials, sales, inventory)
·        Sistem Software (Compilers, utilities, DBMS, OS, Communication Software, Spreadsheets)

c)     Valuation of asset ( Penilaian Kekayaan ): Langkah ke tiga adalah penilaian kekayaan, yang merupakan langkah paling sulit. Parker (1981) menggambarkan ketergantungan penilaian pada siapa yang ditanya untuk memberikan penilaian, cara penilaian atas kekayaan yang hilang (lost), waktu periode untuk perhitungan atas hilangnya kekayaan, dan umur asset.

d)     Threats Identification ( Identifikasi Ancaman-ancaman )
Pada asset ini terdapat Sumber ancaman External :
·        Nature / Acts of God
·        H/W Suppliers
·        S/W Suppliers
·        Contractors
·        Other Resource Suppliers
·        Competitors (sabotage, espionage, lawsuits, financial distress through fair or unfair competition)
·        Debt and Equity Holders

e)    Threats LikeIihood ( Assessment Penilaian Kemungkinan Ancaman ) :
Contoh, perusahaan asuransi dapat menyediakan informasi tentang kemungkinan terjadinya kebakaran api dalam satu waktu periode tertentu.

f)     Exposures analysis ( Analisis Ekspose ) :
Tahap analisis ekspose terdiri dari 4 tugas yaitu :
·        Identification of the controls in place
·        Assessment of the reliability of the controls in place
·        Evaluation of the likelihood that a threat incident will be successful
·        Assess the resulting loss if the threat is successful

(pretest manajemen kontrol keamanan)  Muhammad Fadilla Adithama 17114186 4KA08

Kamis, 28 Desember 2017

Audit Teknologi Sistem Informasi (Skala Enterprise / UKM)

Laporan Audit Teknologi Sistem Informasi 
Pada Warnet The Patch



                                                                     Disusun Oleh:
                                                                      Aryo Rizky
                                                                     Gilang Galisca
                                                          Muhammad Fadilla Adithama 



Ø  Nama UKM:
Warnet The Patch
Ø  Profil UKM:
The Patch adalah sebuah ukm warung internet yang bergerak dibidang informasi, tujuan utama the patch adalah untuk browsing, gamming, print, dan lainnya.
Ø  Tujuan
Adapun tujuan dilakukan penelitian ini adalah :
Mampu melakukan audit tsi pada lingkungan workgroup/enterprise information system.
Ø  Manfaat
Manfaat dari dilakukannya penelitian ini adalah :
Agar pembaca dapat mengetahui hasil audit tsi yang telah dilakukan.
Ø  Auditee:
Admin / OP warnet the patch
Ø  Bidang Audit:
1.      Sistem Operasi
2.      Penyimpanan
3.      Jaringan
4.      Aplikasi


Pertanyaan Bidang Sistem Operasi
·         Sistem operasi apa yang digunakan pada komputer yang digunakan pada perusahaan? (32 / 64 bit).
Jawaban: Windows 64bit.
·         Bagaimana sistem penggunaan software di warnet the patch?
Jawaban: Sebagian software yang digunakan merupakan opensource, yaitu software gratis yang disediakan oleh pihak publisher.
·         Jika sistem operasi yang digunakan bukan opensource apakah perusahaan memiliki lisensi pada seluruh sistem operasi yang digunakan pada komputer perusahaan?
Jawaban: Ya.
·         Apakah software yang digunakan warnet the patch masih butuh pengembangan?
Jawaban: Ya butuh, karena semakin lama software semakin ketinggalan jaman jika tidak dikembangkan.
·         Apakah dalam operasi kerja perusahaan sistem operasi yang digunakan memiliki masalah atau kendala terhadap paket software (apps) yang digunakan oleh perusahaan? Jika Ya, jelaskan kendala yang dialami.
Jawaban: Tidak
·         Apakah pada sistem operasi yang digunakan dilengkapi oleh perangkat lunak anti-virus ?
Jawaban: Ya.

Pertanyaan Bidang Penyimpanan
·         Pada warnet, jenis penyimpanan apa yang biasa digunakan pada masing-masing komputer? (Misal: harddisk ekternal, harddisk internal, dll..)
Jawaban: Harddisk internal.
·         Pada masing-masing komputer, berapa kapasitas penyimpanan yang dimiliki?
Jawaban: 500 GB.
·         Jika media penyimpanan pada warnet yang biasa digunakan rusak, apakah ada backup annya?
Jawaban: Ya, ada.
·         Kapan biasa dilakukan pembackupan pada warnet?
Jawaban: Setiap hari.
·         Apakah dalam jam-jam operasional kerja, memiliki masalah atau kendala terhadap media penyimpanan yang digunakan oleh masing-masing komputer?
Jawaban:
Tidak.

Pertanyaan Bidang Jaringan
·         Pada warnet model jaringan apa yang digunakan? LAN, MAN, atau WAN?
Jawaban: LAN.
·         Dari manakah jaringan dari warnet the patch didapat?
Jawaban: Jaringan yang digunakan, didapat dari provider biznet.
·         Sudah berapa lama jaringan ini digunakan?
Jawaban: Kurang lebih sudah dari tahun 2012.
·         Atas tujuan apa jaringan ini digunakan?
Jawaban: Atas tujuan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan setia warnet.
·         Apakah pada warnet rutin dilakukan maintenance pada bagian jaringan? Jika Ya, bagaimana penjadwalannya?
Jawaban: Ya, sebulan sekali.
·         Apakah pada sistem jaringan yang diterpakan pada warnet memiliki kendala?
Jawaban: Tidak.
·         Apakah dalam perusahaan memiliki karyawan teknisi pada bagian jaringan, atau menggunakan jasa pihak ketiga?
Jawaban: Punya teknisi sendiri.

Pertanyaan Bidang Aplikasi
  • Pada operasional warnet, jenis aplikasi apa yang digunakan? (Misal: Microsoft Office, Adobe, etc..)
    Jawaban: Microsoft Office, Web Browser, Game Online dan Adobe.
  • Apakah dalam operasional kerja, dilakukan rutinitas maintenance pada aplikasi? Jika Ya, bagaimana penjadwalannya? (Misal: 1 Bulan Sekali, 1 Tahun Sekali, etc..)
    Jawaban: Ya, 1 minggu sekali.
  • Apakah aplikasi yang ada di warnet opensource? atau bayar?
Jawaban: Ya, hampir semua opersource.
  • Apakah memiliki kendala atau masalah terhadap aplikasi yang digunakan? Jika Ya, jelaskan kendala atau masalah yang dialami.
    Jawaban: Tidak.
  • Apakah warnet memiliki lisensi pada setiap aplikasi?
    Jawaban: Tidak.


Kesimpulan
The Patch adalah sebuah warung internet pada umumnya, kegiatan utamanya adalah pada bidang browsing dan gamming. The Patch merupakan warnet yang sudah lama didirikan, dan berikut adalah kesimpulan dari audit yang kelompok kami lakukan:
Ø  Sistem Operasi
Sistem operasi yang digunakan pada komputer warnet The Patch adalah Windows 64 Bit, dan menggunakan anti-virus tambahan. Untuk penggunaan Windows dengan jenis 64 bit menurut kami sudah cukup baik, sistem operasi Windows yang user friendly dan jenis 64 bit yang mendukung banyak jenis perangkat lunak dan game sehingga membuat komputer pada warnet memiliki performa yang baik.
Ø  Penyimpanan
Media penyimpanan pada warnet the patch sudah cukup besar dan baik, karena jika media penyimpanan yang digunakan rusak sudah ada backupannya. Dan sering juga dilakukan untuk pembackupan.
Ø  Jaringan
Sistem jaringan yang digunakan pada warnet The Patch adalah LAN. Jika dilihat dari aspek sistem lainnya, menurut kami adalah hal wajar, karena pada warnet biasanya menggunakan sistem seperti itu. The Patch memiliki teknisi jaringan sendiri, sehingga apabila terdapat kendala dapat dilakukan perbaikan sesegera mungkin.
Ø  Aplikasi
Aplikasi yang digunakan pada warnet The Patch kebanyakan opensource / gratis. Untuk kegiatan maintenance menurut kami sudah cukup baik, perusahaan sudah memiliki tenaga teknisi sendiri, dan maintenance pada aplikasi juga dilakukan setiap satu minggu sekali.


Audit Teknologi Sistem Informasi (Skala Personal)

Laporan Audit Teknologi Sistem Informasi
Pada Laptop Adit





I. Auditor
Aryo Rizki Nugroho (11114719)
Gilang Galiska C. (14114547)
Muhammad Fadilla Adithama (17114186)

II. Bidang Audit
1. Sistem Operasi
2. Auditing Penyimpanan
3. Jaringan
4. Firewall

III. Tujuan
Dalam audit skala personal yang akan dilakukan, bertujuan untuk melihat apakah laptop milik seorang mahasiswa dengan nama Adit sudah cukup memadai dan efektif untuk menyelesaikan tugas-tugas kuliahnya.



1. Sistem Operasi
Sistem Operasi yang digunakan pada PC (Personal Computer) kami adalah Windows 10. Untuk keterangan lebihnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini :



SO : Windows 10 64-bit
Processor : Intel Core i3 1.70 GHz
RAM : 4GB


Untuk Gambar dibawah ini menjelaskan tampilan display yang digunakan menggunakan Graphic Card Nvidia GeForce GT 740M.




2. Audit Penyimpanan



Hardisk ini sebesar 512Megabyte yang dibagi menjadi 3 bagian. System reserved digunakan untuk berjalannya sistem operasi dalam sebuah komputer atau laptop. Local disk C berfungsi sebagai ruang penyimpanan program-program aplikasi dan untuk local disk D berfungsi sebagai ruang penyimpanan data-data lainnya seperti music, foto, video dan lain-lain.


3. Jaringan
Jaringan internet menggunakan provider indihome.




4. Firewall
Pengertian Firewall yang dimaksudkan diatas adalah  sistem atau perangkat yang memberi otorisasi pada lalu lintas jaringan komputer yang dianggapnya aman untuk melaluinya dan melakukan pencegahan terhadapa jaringan yang dianggap tidak aman. Fire-wall dapat berupa perangkat lunak (program komputer atau aplikasi) atau perangkat keras (peralatan khusus untuk menjalankan program fire-wall) perangkat yang menyaring lalu lintas jaringan antara jaringan. Perlindungan Firewall diperlukan untuk komputasi perangkat seperti komputer yang diaktifkan dengan koneksi Internet. Meningkatkan tingkat keamanan jaringan komputer dengan memberikan informasi rinci tentang pola-pola lalu lintas jaringan. Perangkat ini penting dan sangat diperlukan karena bertindak sebagai gerbang keamanan antara jaring komputer internal dan jaringan komputer eksternal.
Windows Firewall aktif




Contoh ketika dihubungkan dengan situs yang tidak aman.




IV. Hasil Audit
Adit menggunakan jaringan dengan tujuan sebagai penghubung perangkat laptop dengan internet. Provider yang digunakan adalah indihome dengan kabel penghubungnya, berupa fiber optic dan speed 20MbpS. Pengamanan jaringan dilakukan dengan menyembunyikan nama jaringan, sehingga pengguna jaringan harus membuatprofil dahulu dengan tipe password WPA/WPA2personal.

V. Kesimpulan
Menurut identifikasi kebutuhan dan perangkat penunjang yang dimiliki sudah cukup baik apabila ditinjau dari beberapa aspek dan kecepatan internet dari jaringan yang dimiliki.

VI. Saran
Dalam penggunaan jaringan sebaiknya dipasang internet positif agar pengguna jaringan tidak dapat mengunjungi situs-situs terlarang karena dapat mengakibatkan terunduhnya virus-virus ke dalam perangkat komputer yang beresiko menghilangkan data-data penting.

Perencanaan Audit Teknologi Sistem Informasi

Proses pelaksanaan audit teknologi sistem informasi terbagi menjadi empat tahapan, diantaranya perencanaan audit, pemeriksaan lapangan, pelaporan, dan tindak lanjut.
Perencanaan audit adalah tahap pertama dalam melaksanakan audit. Tahap perencanaan meliputi beberapa aktivitas utama, diantaranya penetapan ruang lingkup dan tujuan audit, pengorganisasian tim audit, pemahaman mengenai operasi bisnis klien, kaji ulang hasil audit sebelumnya jika diperlukan, dan penyiapan program audit.

1.     Penetapan Ruang Lingkup dan Tujuan Audit
Ruang lingkup audit menunjukkan luas/area dari tujuan audit. Penentuan ruang lingkup audit harus dilakukan secara kritis karena dalam merencanakan dan menentukan fokus dan proses audit  harus mengacu pada tujuan audit yang telah ditetapkan, yaitu untuk menguangi resiko bisnis. Secara garis besar tujuan audit adalah melakukan penilaian terhadap penerapan IT gorvernance, efektivitas, efisiensi, accountability, conformance dan asset safeguards. Uji yang dilakukan nantinya akan fokus pada pemenuhan kriteria-kriteria tersebut dengan mengacu pada standar pengelolaan proses teknologi informasi yang telah dipilih untuk diaudit.
Tujuan audit harus mengacu pada alasan dilakukannya audit terhadap objek yang dipilih. Seorang auditor dapat merumuskan tujuannya dengan cara mengidentifikasi tujuan yang ada (misalnya manfaat dari dilakukannya audit), mempertimbangkan tujuan audit yang telah ditetapkan pada masa sebelumnya, dan membahasnya dengan pengelola objek yang hendak di-audit.

2.     Pengorganisasian Tim Audit
Audit merupakan proses yang membutuhkan pengorganisasian dan manajemen dari fungsi internal audit, di mana diperlukan keterlibatan yang cukup dari berbagai disiplin ilmu dan keahlian yang saling melengkapi. Tim audit ditunjuk oleh ketua bidang/manajer pengelola objek yang hendak di-audit. Satu tim berisi beberapa orang, dengan satu orang menjabat sebagai ketua tim dan yang lainnya sebagai anggota.
Tugas ketua tim auditor adalah menyiapkan jadwal dan program audit, memimpin pelaksanaan audit, membuka rapat pelaksanaan audit, membuat keputusan akhir atas temuan audit, memantau tindak lanjut atas temuan, menyerahkan laporan audit kepada pemberi tugas/manajer objek yang di-audit, dan menutup rapat pelaksanaan audit.
Tugas para auditor yaitu meng-audit sesuai ruang lingkup audit, melaksanakan tugas secara objektif, mengumpulkan dan menganalisis bukti, dan melaksanakan tugas sesuai kode etik.
Ada dua jenis pendekatan pengorganisasian audit: (1) fungsi audit dilaksanakan pada masing-masing unit pelaksana dan (2) fungsi audit berdiri sendiri; dilaksanakan oleh suatu unit yang khusus menangani audit objek tersebut.

3.     Pemahaman Mengenai Operasi Bisnis Klien
Auditor perlu memahami objek yang akan di-audit (dalam hal ini adalah operasi bisnis klien/perusahaan yang telah bersedia di-audit). Objek audit meliputi keseluruhan perusahaan/kegiatan yang dikelola oleh perusahaan tersebut dalam rangka mencapai tujuannya. Demi mencapai tujuannya, auditor perlu menetapkan berbagai program yang pelaksanaannya dijabarkan ke dalam berbagai bentuk kegiatan. Namun, sebelum menetapkan program kerjanya, auditor tentu harus memahami objek audit terlebih dahulu.
Agar auditor dapat memahami objek yang akan di-audit, auditor harus mendapatkan informasi tentang sumber daya yang dimiliki objek audit dalam melaksanakan berbagai kegiatan, membuat kesimpulan sementara secara umum atas pemahamannya terhadap objek audit, dan mengkomunikasikan dengan atasan pengelola objek atau pemberi tugas audit tentang pemahamannya terhadap berbagai program/aktivitas objek audit untuk menghindari adanya kesalahpahaman. Komunikasi ini lebih efektif jika dilakukan secara tertulis dengan cara meminta tanggapan pemberi tugas audit atau manajer mengenai informasi yang mendukung tujuan audit, informasi yang mengarahkan ruang lingkup audit, dan informasi yang mengarah pada tujuan audit.

4.     Kaji Ulang Hasil Audit Sebelumnya (Bila Diperlukan)
Hasil audit sebelumnya dapat dijadikan sumber informasi karena isi hasil audit adalah arsip mengenai studi dan laporan audit terhadap objek audit pada periode sebelumnya. Hasil audit sebelumnya dapat dipakai sebagai pertimbangan dalam membuat keputusan mengenai ruang lingkup survey dan audit.

5.     Penyiapan Program Audit
Auditor internal harus menyiapkan program audit segera setelah surveypendahuluan dilakukan. Penyiapan program audit dilaksanakan dengan tahapan-tahapan, diantaranya mengumpulkan bukti audit (meliputi hasil observasi operasional di lingkungan PDE, mengkaji ulang sistem dokumentasi PDE, mendiskusikan dan mengajukan pertanyaan kepada petugas yang berwenang, pengujian keberadaan dan kondisi fisik aktiva, konfirmasi melalui pihak ketiga, menilai kembali dan re-performprosedur sistem PDE, melakukan analytical review dan metode sampling) dan mengevaluasi bukti (meliputi penilaian kualitas pengendalian internal PDE, penilaian reliabilitas informasi PDE, penilaian kinerja operasional PDE, pertimbangan kembali kebutuhan, membuat rencana audit dengan mempertimbangkan faktor resiko, mempertimbangkan tingkat materialitas, dan mengkaji ulang rencana dan penyesuaiannya). Setelah tahapan-tahapan tersebut sudah dilaksanakan, audit dapat dilaksanakan.



DAFTAR PUSTAKA

Gantz, Stephen. 2014. The Basic of IT Audit: Purposes, Processes, and Practical Information. Amsterdam: Elsevier Inc.
Wika. “Audit Sistem Informasi Berbasis Komputer”. 15 November 2017.https://wika1989.wordpress.com/2010/11/21/audit-sistem-informasi-berbasis-komputer/

Selasa, 31 Oktober 2017

Pengertian Dan Konsep Audit

A. Pengertian Audit
Pengertian auditing adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis, oleh pihak yang independen, terhadap laporan keuangan yang telah disusun oleh pihak manajemen beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan tujuan untuk dapat memberikan pedapat mengenai laporan kewajaran laporan keuangan tersebut menurut Sukrisno Agoes (1996:1).
Auditing adalah proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti tentang informasi yang dapat di ukur mengenai suatu entitas ekonomi yang dilakukan seorang yang kompeten dan independen untuk dapat menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi termasuk dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan menurut Arens Loebbecke (1996).
Secara umum pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa audit adalah proses secara sistematis yang dilakukan oleh orang berkompeten dan independen dengan mengumpulkan dan mengevaluasi bahan bukti dan bertujuan memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut.
Ada beberapa hal yang dianggap penting dalam pengertian auditing yang harus dibahas lebih lanjut, diantaranya :
-) Menghimpun dan mengevaluasi secara objektif.
Sebagai seorang Audi anda harus menekankan objektifitas. Ketika mengumpulkan bukti dan juga mengevaluasi, harus menjadi pihak yang objektif dan juga netral, anda tidak boleh memihak pada siapapun dan dimanapun. Auditor tidak dapat ditekan atau tidak boleh ditekan oleh pihak manapun terkait audit. Dimana pekerjaan auditor dinilai ke-objektifitan nya terhadap hasil pekerjaan orang lain.
-) Sistematis.
Proses auditing berjalan maka haruslah terarah dan terstruktur, mereka tidak bisa melakukannya secara acak. Selain itu, prosedur dalam auditing memiliki tujuan yang jelas dan dilakukan dengan sistematis. Dengan proses yang teratur mengandung makna bahwa auditing dilakukan dengan perencanaan yang matang dan juga baik, selain itu jelas arahan yang dilakukan dan tujuannya.
-) Menentukan Standar.
Menentukan standar atau tingkat kesesuaian sangatlah penting, dimana mereka bisa menentukan standar sebelum membandingkan dengan asersi atau informasi yang terkandung daam sebuah laporan manajemen  atau laporan keuangan. Tentunya standar ini sudah mendapat kesepakatan sebelumnya, sehingga semua auditor mendapatkan standar yang sama untuk perbandingan ketika bekerja. Selain itu audit juga membandingkan antara output atau outcomes dari sebuah perusahaan dengan input atau antara biaya dan manfaat bisa juga antara anggrana dan juga relisasi.

B. Konsep - Konsep Audit
Konsep audit menggambarkan mengenai pedoman yang menyeluruh dalam melaksanakan proses audit. Sedangkan proses audit merupakan Proses yang sistematis, berkaitan dengan verifikasi dan atestasi yang bertujuan untuk membuktikan validitas dan kesesuaian antara informasi yang di audit dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta menguji temuan-temuan tersebut dengan menerbitkan laporan yang sesuai dengan jenis dan tujuan audit. Lebih lanjut proses audit mengandung beberapa konsep sebagai berikut:
•      Proses yang Sistematis, adalah proses terstruktur sebagai suatu aktivitas yang dinamis yang dilakukan secara logis
•      Memperoleh dan menilai bukti, bukti bagi auditor merupakan informasi yang digunakan untuk menentukan aktivitas bisnis yang diaudit sesuai dengan kondisi yang sebenarnya
•      Menentukan tingkat kesesuaian informasi dengan ketentuan yang berlaku, membandingkan antara kondisi sebenarnya dengan seharusnya atau menentukan tingkat kesesuaian kondisi dimaksud
•      Melaporkan hasil audit, melaporkan hasil audit kepada pihak-pihak yang terkait.

C. Tahapan - tahapan Audit
1. Perencanaan Audit (Planning The Audit)
Perencanaan merupakan fase pertama dari kegiatan audit, bagi auditor eksternal hal ini artinya adalah melakukan investigasi terhadap klien untuk mengetahui apakah pekerjaan mengaudit dapat diterima, menempatkan staff audit, menghasilkan perjanjian audit, menghasilkan informasi latar belakang klien, mengerti tentang masalah hukum klien dan melakukan analisa tentang prosedur yang ada untuk mengerti tentang bisnis klien dan mengidentifikasikan resiko audit.
2. Pengujian Pengendalian (Test Of Controls)
Auditor melakukan kontrol test ketika mereka menilai bahwa kontrol resiko berada pada level kurang dari maksimum, mereka mengandalkan kontrol sebagai dasar untuk mengurangi biaya testing. Sampai pada fase ini auditor tidak mengetahui apakah identifikasi kontrol telah berjalan dengan efektif, oleh karena itu diperlukan evaluasi yang spesifik.
3. Pengujian Transaksi (Test Of Transaction)
Auditor menggunakan test terhadap transaksi untuk mengevaluasi apakah kesalahan atau proses yang tidak biasa terjadi pada transaksi yang mengakibatkan kesalahan pencatatan material pada laporan keuangan. Tes transaksi ini termasuk menelusuri jurnal dari sumber dokumen, memeriksa file dan mengecek keakuratan.
4. Pengujian Keseimbangan atau Keseluruhan Hasil (Tests Of Balances or Overal Result)
Untuk mengetahui pendekatan yang digunakan pada fase ini, yang harus diperhatikan adalah pengamatan harta dan kesatuan data. Beberapa jenis subtantif tes yang digunakan adalah konfirmasi piutang, perhitungan fisik persediaan dan perhitungan ulang aktiva tetap.
5. Penyelesaian / Pengakhiran Audit (Completion Of The Audit)
Pada fase akhir audit, eksternal audit akan menjalankan beberapa test tambahan terhadap bukti yang ada agar dapat dijadikan laporan.
Lingkup Audit Sistem Informasi pada umumnya difokuskan kepada seluruh sumber daya sistem informasi yang ada, yaitu Aplikasi, Informasi, Infrastruktur dan Personil.

D. Tujuan Audit Sistem Informasi
Tujuan Audit Sistem Informasi dapat dikelompokkan ke dalam dua aspek utama dari ketatakelolaan IT, yaitu :
a. Conformance (Kesesuaian) – Pada kelompok tujuan ini audit sistem informasi difokuskan untuk memperoleh kesimpulan atas aspek kesesuaian, yaitu : Confidentiality(Kerahasiaan), Integrity (Integritas), Availability (Ketersediaan) dan Compliance(Kepatuhan).
b. Performance (Kinerja) – Pada kelompok tujuan ini audit sistem informasi difokuskan untuk memperoleh kesimpulan atas aspek kinerja, yaitu : Effectiveness (Efektifitas), Efficiency (Efisiensi), Reliability (Kehandalan).
Tujuan audit sistem informasi menurut Ron Weber tujuan audit yaitu :
1. Mengamankan asset
2. Menjaga integritas data
3. Menjaga efektivitas sistem
4. Mencapai efisiensi sumberdaya.

E. Teknik Audit
Ada beberapa teknik audit untuk mengetes automated control. Auditor dapat menggunakan tiga kategori berikut dalam menguji pengendalian biasa juga disebut sebagai teknik audit berbantuan computer / TABK (Computer Assisted Audit Techniques/CAAT) yang terdiri atas:
*) Auditing Around the Computer
Dengan teknik ini auditor menguji reliability dari computer generated informationdengan terlebih dahulu menghitung hasil yang diinginkan dari transaksi yang dimasukkan dalam sistem, dan kemudian membandingkan hasil perhitungan dengan hasil proses atau output. Jika terbukti akurat dan valid, maka diasumsikan bahwa sistem pengendalian berfungsi seperti yang seharusnya. Kondisi ini cocok jika sistem aplikasi otomasi sederhana dan ringkas. Pendekatan ini masih relevan dipakai di perusahaan yang menggunakan software akuntansi yang bervariasi dan melakukan proses secara periodic.
*) Auditing With the Computer
Adalah auditing dengan pendekatan komputer, menggunakan teknik yang bervariasi yang biasa juga disebut Computer Assisted Audit Technique (CAAT). Penggunaan CAAT telah meningkatkan secara dramatis kapabilitas dan efektifitas auditor, dalam melakukan susbstantif test. Salah satu CAAT yang lazim dipakai adalahgeneral audit software (GAS). GAS sering dipakai untuk melakukan substantive test dan digunakan test of control yang terbatas. Sebagai contoh GAS sering dipakai untuk mengetes fungsi algoritma yang komplek dalam program komputer. Tetapi ini memerlukan pengalaman yang luas dalam penggunaan software ini.
*) Audit Through the Computer
Teknik ini fokus pada testing tahapan pemrosesan computerised, logic program, edit routines dan program controls. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa jika program pemrosesan dikembangkan dengan baik, dan memenuhi edit routines danprogramme check yang memadai, maka error dan kecurangan tidak akan mudah terjadi tanpa terdeteksi.